Editors Picks

Thursday, September 30, 2021

The Tiger Swallowtail Butterfly

Tiger Swallowtail Butterfly

Pernahkah Anda mendengar tentang Tiger Swallowtail Butterfly? Dalam rangka menghindari dimakan sebelum menjadi kupu-kupu, binatang ini mempunyai 3 cara menyamar yang digunakan selama prosesnya menuju dewasa.

1. Larva yang baru menetas terlihat seperti kotoran burung. Burung mana yang mau makan kotoran burung? 

Larva Tiger Swallowtail Butterfly

Pada ganti kulit yang ketiga, ulat berubah menjadi hijau supaya mirip dengan daun-daun yang ia makan.

2. Sebagai tambahan, kepala ulat hijau ini memiliki dua bintik besar yang menyerupai mata ular. Burung yang memakan ulat membenci ular!

Ulat Tiger Swallowtail Butterfly

3. Akhirnya di tahap pupa, Tiger Swallowtail menyerupai ranting patah di pohon.

Pupa Tiger Swallowtail Butterfly

Ketiga penyamaran ini mencerminkan banyaknya pengetahuan tentang perilaku makhluk yang ingin memakan kupu-kupu ini.

  1. Bagaimana larva tumbuh sendiri agar terlihat seperti kotoran burung? Apakah dia melihat kotoran, tahu bahwa burung tidak memakan kotoran dan memutuskan untuk mengubah tubuhnya agar terlihat seperti itu?
  2. Pada ganti kulit yang ketiga, bagaimana ia tahu bahwa burung-burung takut kepada ular? Apakah ulat pernah melihat ular?
  3. Pada tahap pupa, bagaimana ia tahu bagaimana mengubah warna diri dan bentuknya menyerupai ranting patah?

Evolusionis percaya bahwa semua hal di atas memberikan tiger swallowtail keuntungan untuk bertahan hidup, semua terjadi begitu saja selama periode waktu yang sangat lama secara kebetulan. Apakah hal ini masuk akal? Tige swallowtail adalah ahli menyamar, tetapi ia dipersiapkan oleh pencipta kita yang penuh kasih.

Diambil dari renungan tanggal 8 September dari buku berjudul "Have You Considered? Evidence Beyond a Reasonable Doubt" karangan Julie Von Vett & Bruce A. Malone.

Thursday, September 9, 2021

John Calvin's View of Dragons

For the same purpose he adds, He has set me an empty vessel, that is, he has wholly exhausted me, as when one empties a flagon or a cask. Then he says, he has swallowed me like a dragon. It is a comparison different from the former, but yet very suitable; for dragons are those who devour a whole animal; and this is what the Prophet means. Though these comparisons do not in everything agree, yet as to the main thing they are most appropriate, even to show that God suffered his people to be devoured, as though they had been exposed to the teeth of a lion or a bear, as thought they had been a prey to a dragon.

Calvin Commentaries on Jeremiah 51:34.

Saturday, September 4, 2021

Don't Quit

When things go wrong as they sometime will,

When the road you're tracking seems all uphill,

When the funds are low and the debts are high,

And you want to smile but you have to sigh,

When care is pressing you down a bit ....

By all means pray, and don't you quit.


Success is failure turned inside out,

God's hidden gift in the clouds of doubt,

You never can tell how close you are,

it may be near when it seems afar.

So trust in the Lord

When you're hardest hit ...

It's when things go wrong

that you must not quit



Wednesday, July 14, 2021

Woodworking atau hobi kayu


Video singkat ini menggambarkan sesuatu yang sangat mendasar dan praktikal dari seorang yang mau menekuni perkayuan atau sekedar hobi. Di akhir video Steve Ramsey mengatakan bahwa woodworking dapat menjadi sebuah retreat dari social media yang tidak berujung. Sesuatu yang sederhana namun mendarat karena daripada kita selalu mengupdate social media, jauh lebih bermanfaat kita membuat sesuatu yang berguna dengan tangan dan pikiran kita.

Monday, July 5, 2021

Bukti Lain Dinosaurus Tidak Berevolusi Menjadi Burung

Para evolusionis mengatakan bahwa dinosaurus berevolusi menjadi burung. Salah satu bukti yang mereka kemukakan adalah Arkheopteriks. Namun paleontolog juga menemukan fosil dari seekor burung di Texas yang diduga hidup 75 juta tahun sebelum Arkheopteriks. Fosil ini membuktikan bahwa Arkheopreriks tidak berevolusi menjadi burung karena sudah ada 75 juta tahun sebelum Arkheopteriks.

Arkheopteriks

Pada tahun 2012 di Lianonig, Cina, ditemukan seekor dinosaurus yang dinamakan Sinocalliopteryx gigas. Fosil ini sangat terjaga sehingga isi perutnya juga ikut menjadi fosil. Di dalam perut dinosaurus ini ditemukan tiga burung seukuran merpati bernama Confuciusornis sancutus. Burung ini dapat terbang dan memiliki sayap dan paruh.

Sinocalliopteryx gigas

Kalau isi perut Sinocallipteryx gigas adalah burung maka berarti dinosaurus memakan burung. Hal ini juga berarti dinosaurus tidak berevolusi menjadi burung karena burung sudah ada di zaman dinosaurus hidup. 

https://dinosaurpictures.org/Sinocalliopteryx-pictures

Diambil dari renungan tanggal xxx dari buku berjudul "Have You Considered? Evidence Beyond a Reasonable Doubt" karangan Julie Von Vett & Bruce A. Malone.

Wednesday, June 16, 2021

Benda Seni Eropa Menunjukkan Bahwa Manusia Hidup Bersama Naga/Dinosaurus.

Pernahkah Anda mempertimbangkan bahwa ada banyak gambar-gambar kuno dinosaurus di berbagai karya seni dari seluruh penjuru dunia? Peradaban kuno menyebut hewan-hewan ini "naga" karena kata dinosaurus belum dicetuskan sampai tahun 1841. Dalam bukunya Dire Dragon, Vance Nelson mendokumentasi banyak contoh-contoh karya seni dari seluruh penjuru dunia. Di bawah ini adalah beberapa di antaranya:

  • Di makam Bishop Bell (1496) di Carlisle, Inggris, ada plate kuningan di lantai Katedral Carlisle yang menunjukkan dua sauropods (dinosaurus herbivora) dengan leher mereka saling membelit.

https://www.icr.org/article/did-medieval-artists-see-real-dinosaurs
  • Di belakang kursi pendeta di katedral St. David di Wales, ada seekor naga yang secara mengejutkan terlihat seperti seekor sauropod yang ditemukan di Argentina yang dikenal dengan nama Brachytrachelopan mesai.

https://www.icr.org/article/st-davids-dragon-fantasy-or-reality

  • Chateau Royal de Blois di Prancis mempunyai ukiran abad ke-16 dari dinosaurus Plateousaurus.

https://www.youtube.com/watch?v=m9lvWGFTeR8

  • Di atas perapian kastil Azay-le-Rideau di Prancis ada ukiran naga abad ke-16 yang menyerupai gambaran dinosaurus. Juga, ada sebuah meja yang indah, di mana di salah satu lacinya ada ukiran seekor naga/dinosaurus.
http://povcrystal.blogspot.com/2015/03/chateau-dazay-le-rideau.html

  • Kapel St. George di Barcelona, Spanyol, "Palau de La Generalitat," mempunyai sebuah altar dari tahun 1600-an yang menunjukkan St. George sedang membunuh seekor naga/dinosaurus.
https://www.pinterest.com/pin/431501208031772308/


Karya-karya seni Eropa abad pertengahan mendukung fakta bahwa manusia dan dinosaurus pernah hidup bersama.


Diambil dari renungan tanggal xxx dari buku berjudul "Have You Considered? Evidence Beyond a Reasonable Doubt" karangan Julie Von Vett & Bruce A. Malone.

Tuesday, June 15, 2021

Oktopus, Penyamar Ulung


Bagaimana seekor oktopus mengubah warna kulitnya agar sama seperti warna di sekitarnya dalam sekejap mata? Di bawah layer teratas dari kulitnya, seekor oktopus mempunyai 3 layer (chromatophore layers) dengan ribuan kantung warna. Lapisan teratas dari chromatophore layer memiliki kantung hitam dan coklat, kantong di tengah memiliki warna merah dan orange, dan kantung ketiga memiliki warna kuning. Saraf-saraf dan otot-otot menyebabkan kantong-kantong warna mengembang dan menyusut. Ketika kantong mengembang, warna di layer tersebut lebih terlihat, dan ketika menyusut, warna lebih tidak terlihat. Tetapi sistem kamuflase oktopus lebih kompleks lagi. Di layer kelima, di bawah chromatophore layer, diisi dengan iridophore, yang adalah lapisan reflektor yang memberikan oktopus warna emas, perak, biru, dan hijau yang dapat terlihat berubah ketika dilihat dari sudut yang berbeda (iridescent gold, silver, blue, and green). Layer terbawah atau layer keenam mengandung leucophores, yang memantulkan balik warna dari lingkungan sekitarnya.

Kulit oktopus mengilhami para peneliti untuk mengembangkan bahan kamuflase canggih. Sampai saat ini, bahan kamuflase dapat secara otomatis berubah dari warna putih dan hitam dan membuat serangkaian warna abu-abu. Salah seorang ahli menyatakan, "... dengan melihat gerakan cumi-cumi dan oktopus, kamu akan menyadari bahwa kamu tidak mendekati level kecanggihan binatang-binatang ini." Ahli ini menyadari kesulitan pembuatan bahan kamuflase. Ketika manusia mencoba untuk meng-copy sesuatu yang telah dibuat tetapi tidak dapat menyamainya, kita harus mengagumi desain original seorang ahli, Tuhan itu sendiri.

Diambil dari renungan tanggal 14 Juni dari buku berjudul "Have You Considered? Evidence Beyond a Reasonable Doubt" karangan Julie Von Vett & Bruce A. Malone.